
Gianyar – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali melalui Tim Panitia Pengawas Daerah melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Peduli Masyarakat dan Instansi (PMI) pada Senin (4/5) di Kantor LBH PMI, Blahbatuh, Gianyar.
Kedatangan tim disambut langsung oleh Ketua LBH PMI, I Gusti Lanang Agung Kesuma Jaya, beserta jajaran pengurus dan penerima bantuan hukum. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan bantuan hukum berjalan optimal, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, LBH PMI telah merealisasikan anggaran bantuan hukum litigasi dan nonlitigasi sebesar 97,96% dari total pagu. Pihak LBH PMI menyatakan komitmennya untuk segera mengoptimalkan sisa anggaran tersebut serta memaksimalkan pelaksanaan bantuan hukum hingga akhir tahun anggaran 2026.
Tim pengawas juga mencatat adanya peningkatan kinerja LBH PMI dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan dalam aspek pelayanan, administrasi, serta pemenuhan data dukung yang menjadi indikator penting dalam penilaian kinerja lembaga bantuan hukum.
Menanggapi rencana kebijakan penajaman dan addendum anggaran bantuan hukum oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), LBH PMI menyambut positif dan menyatakan kesiapan untuk mendukung kebijakan tersebut. Bahkan, LBH PMI juga menyatakan kesanggupan apabila diberikan tambahan alokasi anggaran dari lembaga bantuan hukum lain yang dinilai kurang optimal dalam pelaksanaannya.
Selain itu, LBH PMI juga dinilai proaktif dalam melengkapi kembali data dukung permohonan bantuan hukum yang sempat terkendala akibat permasalahan aplikasi Sidbankum pada tahun sebelumnya.
Sebagai tindak lanjut, LBH PMI akan segera mengoptimalkan sisa anggaran yang tersedia serta menyiapkan kelengkapan administrasi apabila menerima tambahan anggaran ke depan.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Kanwil Kemenkum Bali menegaskan komitmennya dalam memastikan kualitas layanan bantuan hukum kepada masyarakat terus meningkat, sehingga akses keadilan dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan.
