
DENPASAR – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali mengikuti Rapat Pembahasan Calon Penerima Penghargaan Karya Dhika dan Pegawai Teladan Tahun 2026 yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (30/6). Rapat dipimpin oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum, Sunu Tedy Maranto, didampingi Sekretaris Badan Strategi Kebijakan Kementerian Hukum, Jusman, beserta jajaran.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka membahas hasil verifikasi lapangan, prestasi, inovasi, serta penentuan calon penerima Penghargaan Karya Dhika dan Pegawai Teladan Tahun 2026 di lingkungan Kementerian Hukum. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali, Eem Nurmanah, mengikuti rapat didampingi Tim Analis SDM Aparatur bersama perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, dan Bali yang masuk dalam nominasi penghargaan.

Dalam kesempatan tersebut, Eem Nurmanah menyampaikan usulan tiga nominasi dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali, yakni Eem Nurmanah dan Juli Sapta Putra Hantana sebagai calon penerima Penghargaan Karya Dhika, serta Luh Winda Pratiwi sebagai calon Pegawai Teladan Tahun 2026.
Eem Nurmanah diusulkan sebagai calon penerima Penghargaan Karya Dhika atas proyek perubahan *Artha Karya (Akses Ramah dan Terpadu atas Hasil Karya Penyandang Disabilitas)*, sebuah inovasi yang memberikan layanan terpadu bagi penyandang disabilitas dalam memperoleh perlindungan kekayaan intelektual sekaligus meningkatkan nilai ekonomi atas hasil karya yang dimiliki. Namun demikian, usulan tersebut tidak dilanjutkan pada tahapan verifikasi lapangan karena bertepatan dengan agenda kerja Wakil Menteri Hukum Republik Indonesia di Provinsi Bali yang memerlukan pendampingan oleh Kepala Kantor Wilayah.
Sementara itu, Juli Sapta Putra Hantana diusulkan sebagai calon penerima Penghargaan Karya Dhika melalui inovasi I-SAID (Smart and Integrated Dashboard / Informasi Sarana Integrasi Data), sebuah inovasi digital yang mendukung integrasi data, meningkatkan transparansi, mempercepat penyajian informasi, serta menunjang efektivitas layanan internal maupun pelayanan publik di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali.
Adapun Luh Winda Pratiwi diusulkan sebagai calon Pegawai Teladan berdasarkan prestasi internasional yang berhasil diraih sebagai Best Presenter pada Thailand International Conference of Project Management, yang menjadi bukti kompetensi, profesionalisme, serta dedikasinya dalam mengharumkan nama Kementerian Hukum.

Pada sesi pembahasan, Tim Penilai memberikan kesempatan kepada masing-masing Kantor Wilayah untuk memaparkan capaian prestasi, inovasi, dan kontribusi para nominasi sebagai bahan klarifikasi dan pendalaman. Hasil verifikasi lapangan serta pemaparan dari masing-masing nominasi selanjutnya menjadi bahan pertimbangan Tim Penilai dalam menetapkan penerima Penghargaan Karya Dhika dan Pegawai Teladan Tahun 2026.
Berdasarkan hasil verifikasi lapangan yang telah dilaksanakan, Juli Sapta Putra Hantana sebagai calon penerima Penghargaan Karya Dhika dan Luh Winda Pratiwi sebagai calon Pegawai Teladan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali dinyatakan lulus verifikasi lapangan oleh Tim Badan Strategi Kebijakan Kementerian Hukum. Selanjutnya, hasil tersebut akan menjadi bahan pertimbangan Tim Penilai Kementerian Hukum dalam menetapkan penerima Penghargaan Karya Dhika dan Pegawai Teladan Tahun 2026.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya kerja yang inovatif, profesional, dan berprestasi. Diharapkan penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh insan pengayoman untuk terus menghasilkan inovasi dan memberikan pelayanan hukum yang semakin berkualitas bagi masyarakat.
