
Denpasar – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali melaksanakan rapat persiapan dalam rangka pemantapan pelaksanaan kegiatan Sosialisasi KUHP, KUHAP, dan Penyesuaian Pidana, Rabu (15/4) bertempat di Ruang Nakula. Kegiatan ini mengangkat tema “Implementasi & Implikasi bagi Profesi Hukum, Pemerintah Daerah & Posbankum” sebagai bagian dari upaya penguatan pemahaman regulasi di berbagai sektor. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali, Eem Nurmanah bersama jajaran terkait serta tim protokol Wakil Menteri Hukum. Persiapan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar.
Sosialisasi tersebut akan diselenggarakan di Auditorium Widya Sabha Universitas Udayana dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis. Undangan ditujukan kepada unsur akademisi, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta organisasi profesi di bidang hukum. Keterlibatan lintas sektor ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya kesamaan persepsi dalam implementasi KUHP dan KUHAP. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum strategis dalam membahas implikasi penyesuaian pidana di berbagai lini pelayanan hukum.
Dalam rapat tersebut, dilaporkan bahwa berbagai persiapan teknis telah dilaksanakan, termasuk survei lokasi kegiatan secara menyeluruh. Peninjauan dilakukan terhadap area VVIP, ruang transit, ruang utama, serta fasilitas pendukung lainnya. Gladi bersih dijadwalkan akan dilaksanakan guna memastikan kesiapan teknis pelaksanaan acara. Selain itu, kesiapan antisipasi terhadap potensi kepadatan peserta, baik secara luring maupun daring, turut menjadi perhatian guna menghindari terjadinya over kapasitas pada platform yang digunakan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali, Eem Nurmanah, dalam arahannya menegaskan pentingnya kesiapan optimal dari seluruh jajaran. “Seluruh jajaran agar memastikan setiap aspek kegiatan dipersiapkan dengan baik, mulai dari protokoler, konsumsi, kesiapan tempat, kehadiran undangan VIP/VVIP, hingga teknis pelaksanaan, sehingga kegiatan dapat berjalan tanpa kendala,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar tim, kedisiplinan waktu, serta responsif terhadap dinamika yang berkembang di lapangan. Dengan demikian, kualitas penyelenggaraan kegiatan dapat terjaga dengan baik.
Sebagai bentuk dukungan pelaksanaan, berbagai kebutuhan telah dipersiapkan, antara lain konsumsi bagi peserta, dukungan transportasi bagi pimpinan, serta fasilitas partisipasi daring melalui Zoom dan YouTube. Kapasitas Zoom telah disiapkan hingga 1.000 partisipan dan akan dialihkan ke siaran YouTube apabila terjadi kepadatan guna mengantisipasi kendala teknis. Distribusi undangan juga terus dioptimalkan kepada seluruh pemangku kepentingan terkait. Seluruh rangkaian persiapan dilakukan secara terkoordinasi dan berkelanjutan sehingga kegiatan diharapkan dapat terselenggara secara sukses dan memberikan manfaat yang luas.
