Denpasar, 11 J
uni 2026* – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali melaksanakan kegiatan *Laporan Akhir Magang Nasional Batch III Periode Desember 2025 hingga Juni 2026* yang diikuti oleh seluruh peserta magang dari berbagai divisi dan bagian kerja di lingkungan Kanwil Kementerian Hukum Bali.
Kegiatan ini dibuka oleh Kabag Tata Usaha dan Umum, *I Nengah Sukadana* yang menyampaikan laporan pelaksanaan Program Magang Nasional Batch III yang merupakan kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi dedikasi dan kontribusi para peserta magang selama menjalankan tugas dan pembelajaran di lingkungan Kementerian Hukum Bali.
Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pemaparan laporan akhir dari para peserta magang yang ditempatkan pada berbagai unit kerja, antara lain **Divisi Peraturan Perundang-Undangan dan Pembinaan Hukum (P3H), Divisi Pelayanan Hukum dan Bagian Tata Usaha dan Umum. **Dalam presentasi tersebut, para peserta menyampaikan pengalaman kerja, kontribusi yang telah diberikan, berbagai capaian selama masa magang, serta tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas.
Selain memaparkan pengalaman, peserta juga memberikan berbagai masukan dan saran konstruktif bagi peningkatan kualitas pelayanan dan pelaksanaan program magang di lingkungan Kementerian Hukum Bali. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi pengembangan fasilitas kerja, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta optimalisasi sistem pendukung kegiatan perkantoran.
Pada sesi diskusi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali *Eem Nurmanah*,menerima berbagai masukan dan saran yang disampaikan oleh peserta magang. Dalam tanggapannya, beliau menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi organisasi tidak hanya berasal dari faktor internal seperti keterbatasan sumber daya manusia, tetapi juga faktor eksternal yang berada di luar kendali manusia, seperti gangguan jaringan dan perkembangan teknologi yang sangat dinamis.
Beliau menekankan pentingnya penerapan *mitigasi risiko dalam transformasi digital* guna memastikan keberlangsungan layanan dan kinerja organisasi. Menurutnya, setiap perubahan yang terjadi harus diantisipasi dengan perencanaan yang matang sehingga tidak menghambat pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Eem Nurmanah menyampaikan harapannya agar program magang tidak hanya dipandang sebagai sarana memperoleh pengalaman kerja semata, tetapi juga sebagai wadah pembelajaran nilai-nilai penting yang diterapkan dalam birokrasi pemerintahan. Nilai-nilai tersebut meliputi kepemimpinan (leadership), kedisiplinan, etika kerja, profesionalisme, serta pemahaman terhadap tata kelola birokrasi yang baik.
“Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama magang dapat menjadi bekal berharga bagi para peserta dalam memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pengabdian kepada masyarakat. Banyak hal yang masih perlu dibenahi dan dikembangkan di Kementerian Hukum Bali, sehingga masukan dari peserta magang menjadi bagian penting dalam proses perbaikan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan laporan akhir magang ini menjadi momentum evaluasi sekaligus refleksi atas pelaksanaan Program Magang Nasional Batch III. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang semakin baik antara dunia pendidikan, peserta magang, dan Kementerian Hukum Bali dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
