Bali – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Bali turut mendukung penyelenggaraan Seminar on Intellectual Property (IP) Valuation and IP-Backed Finance yang digelar di Padma Resort Legian, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan terhadap valuasi kekayaan intelektual serta pemanfaatannya sebagai instrumen pembiayaan.
Sambutan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual pada kesempatan tersebut disampaikan oleh Direktur Kerja Sama, Pemberdayaan, dan Edukasi, Yasmon. Dalam sambutannya, disampaikan apresiasi kepada para narasumber dan tamu internasional, serta penekanan pada pentingnya kolaborasi global dalam memperkuat ekosistem kekayaan intelektual.
Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa kekayaan intelektual merupakan aset bernilai tinggi yang belum sepenuhnya dioptimalkan, terutama karena keterbatasan pemahaman terkait valuasi. Valuasi yang tepat dinilai mampu membantu pelaku usaha dalam menentukan nilai ekonomi aset, meningkatkan kepercayaan investor, serta memperkuat posisi tawar dalam transaksi bisnis.
Selain itu, konsep IP-backed finance turut menjadi sorotan sebagai inovasi pembiayaan yang memungkinkan kekayaan intelektual dijadikan jaminan untuk memperoleh akses pendanaan, khususnya bagi pelaku usaha dan UMKM.
Seminar ini juga menghadirkan berbagai materi dari narasumber internasional. Perwakilan Kementerian Kekayaan Intelektual Korea (MOIP), Yang Jeongju, memaparkan pengalaman negaranya dalam mendorong penciptaan dan pemanfaatan kekayaan intelektual. Sementara itu, Jerrold Tan, berbagi praktik terbaik dari Intellectual Property Office of Singapore (IPOS) dalam pengelolaan dan komersialisasi KI.
Dari sisi standar internasional, Nicolas Konialidis menjelaskan pentingnya kerangka valuasi global sebagai dasar dalam pengembangan skema pembiayaan berbasis KI. Selanjutnya, Claire Castel memaparkan berbagai inisiatif Uni Eropa melalui EUIPO dalam mendukung implementasi IP-backed finance di kawasan Asia Tenggara.
Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi meja bundar yang membahas peluang dan tantangan penerapan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual di kawasan ASEAN, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Sebagai penutup, Gonzalo Bilbao menyampaikan harapan agar kolaborasi antarnegara dapat terus diperkuat guna mendorong pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bagian TU dan Umum, I Nengah Sukadana, dan Kepala Bidang Kekayaan Intelektual, Isya Nalapraja beserta jajaran, sebagai bentuk dukungan aktif dalam peningkatan pemahaman serta implementasi valuasi kekayaan intelektual di daerah.
Kanwil Kemenkum Bali memandang seminar ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman dan implementasi valuasi kekayaan intelektual di Indonesia, khususnya di Bali. Diharapkan, kegiatan ini dapat mendorong optimalisasi pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai aset ekonomi yang berdaya saing tinggi.
